PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian Bohong

Berbohong adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita, dengan mudahnya kita berbohong, setiap hari untuk hal yang tidak penting sekalipun. Untuk membujuk anak supaya makan, untuk mencegah anak bermain jauh-jauh, dan sebagainya, tanpa disadari kita telah, mencontohkan anak supaya berbohong, dan ingat anak adalah cermin kita, segala perilakunya adalah refleksi perilaku kita.

Jika sudah tahu demikian mengapa kita jengkel jika anak kita berbohong? Untuk memperbaiki itu marilah kita hentikan kebiasaan kita berbohong. Jika anak kita terlanjur suka berbohong berikut ini beberapa hal tentang bohong yang perlu kita ketahui.

Anak kecil berbohong untuk alasan yang berbeda, dan itu adalah bagian dari perkembangan, hampir semua anak berbohong. Kelakuan ini suatu saat akan terasa menjengkelkan bagi orang tua. Banyak orang tua bertanya-tanya  bagaimana cara menangani anak yang suka berbohong, yang perlu kita ketahui adalah bohong harus diatasi dengan cara yang berbeda tergantung dari usia anak dan situasi yang terjadi. Di bawah ini beberapa keterangan yang bisa menolong kita menentukan apakah suatu kebohongan harus dihukum atau tidak.

Usia Pra-Sekolah, anak seusia ini sudah mengenal kebohongan, tapi mereka belum mengetahui bahwa bohong itu salah dan tidak baik, jadi jika di usia ini anak berbohong tidak selayaknya dihukum. Anak pra sekolah biasanya berbohong tentang menceritakan sesuatu yang tidak nyata atau melebih-lebihkan sesuatu dan yang kedua berbohong untuk  mendapatkan yang mereka mau atau menolak sesuatu, misalnya bilang kenyang ketika makan baru satu suapan. Walaupun belum boleh dihukum tapi di usia ini lebih baik jika mulai meletakan dasar-dasar pengertian bahwa berbohong itu salah dan kita bilang sangat senang bilang anak berkata jujur.

Di usia awal sekolah 5 – 8 Tahun, anak di usia ini sudah mengerti konsep bahwa berbohong itu salah, di usia ini orang tua harus mendisiplinkan jika anak berbohong, berbohong di usia ini adalah hal yang biasa dan biasanya alasannya adalah :

  • Untuk menghindari Hukuman
  • Untuk membuat orang lain kagum
  • Untuk meningkatkan kepercayaan diri
  • Untuk  mendapatkan hal yang dia mau
  • Untuk melindungi teman atau saudara, anak usia ini sudah tahu konsep solidaritas
  • Karena mendengar orang tua dan orang dewasa lain berbohong dan belajar dari pengalaman itu.
  1. B.     Jenis – jenis Bohong pada Anak
    1. 1.      Simple Reversals of Truth

Contoh dalam perilaku ini, anak cenderung untuk mengatakan bahwa ia sudah mengerjakan tugasnya, tetapi pada kenyataannya tugasnya belum dikerjakan.

  1. 2.      Fabrications

Dalam perilaku ini dapat dicontohkan, anak menceritakan sesuatu hal yang tidak pernah terjadi, atau anak menceritakan kenyataan yang dilebih-lebihkan.

  1. 3.      Wrong Accusations

Contoh dalam perilaku ini yaitu anak menyalahkan orang lain atau kesalahan yang diperbuatnya. Anak-anak ini berbohong untuk membela dirinya, menyangkal kesalahan yang dibuatnya. Ada juga yang meniru perilaku orang lain, berbohong agar diterima oleh kelompok teman sebaya, atau bahkan juga untuk membuat dirinya tampil baik di hadapan orang lain.

  1. Tanda – tanda Anak Bohong

Ada beberapa petunjuk yang bisa dilihat orang tua ketika anaknya berbohong, diantaranya:

  1. 1.      Ekspresi wajah

Ketika anak tidak berbohong , mukanya terlihat santai dan tenang, ketika berbohong wajahnya terlihat tegang dan tidak rileks.

  1. 2.      Kejelasan pernyataan

Orang tua harus mendengar dengan seksama apakah ada ketidakkonsistenan, apakah pernyataannya masuk akal, dan apakah terdengar jujur.

  1. 3.      Spontanitas

Ketika anak tidak berbohong jawaban yang diberikan spontan, ketika berbohong jawaban seperti sudah dilatih.

  1. 4.      Gugup

Berbohong memiliki gejala yang hampir sama dengan ketegangan. Dalam berbagai situasi ketika anak berniat untuk berbohong, anak akan gugup saat mencoba menutupi kesalahannya.

  1. 5.      Perhatikan bahasa tubuh

Gelisah berlebihan. Perhatikan jika anak berbohong, menggaruk atau menggesek pakaiannya.

  1. 6.      Senyum berlebihan

Di samping dari tampilan menyeringai khas pembohong, studi menemukan orang tersenyum lebih banyak ketika mengatakan yang sebenarnya.

  1. 7.      Menghindari kontak mata

Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar kea rah lain. Hal ini mengindikasikan kondisi mental yang tidak nyaman

  1. 8.      Bingung saat berbicara

Saat dia berbohong, dia akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.

  1. 9.      Bicara cepat atau menggunakan kalimat-kalimat pendek

Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepatnya mungkin, dsb.

  1. D.    Hal – hal yang Menyebabkan Anak Bohong

Childparenting menyebutkan, ada tiga hal yang membuat anak berbohong pada orang tuanya, yaitu :

  1. 1.      Berbohong sebagai fantasi

Ini biasa terjadi pada anak-anak yang masih sangat muda., anak-anak ini sangat mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat dan didengarnya sehingga terkadang anak belum bias membedakan mana yang kenyataan dan mana yang hanya imajinasi.

Bermain dengan cerita fantasi sebenarnya bukanlah suatu hal yang salah, tapi sebaiknya orang tua memberitahukan anak bahwa semua itu hanya pura-pura atau tidak nyata. “ Bu aku tadi bias terbang seperti superman “ begitu contoh anak yang berbohong sebagai fantasi.

  1. 2.      Berbohong untuk mengalihkan kesalahan

Hampir semua anak pada titik tertentu mencoba untuk mengalihkan kesalahannya dengan berbohong. Anak yang lebih muda biasanya berbohong dengan menggunakan imajinasi yang buruk, sedangkan anak yang lebih tua lebih ego dalam hal mengarang cerita untuk menutupi kesalahannya dan menghindari hukuman.

Hampir semua anak pada titik tertentu mencoba untuk mengalihkan kesalahannya dengan berbohong.

Emosi yang bekerja disini adalah rasa bersalah, kecemasan dan ketakutan. “ itu kan pecah gara-gara kucing, jadi keramiknya hancur “ jawab anak yang ngeles untuk menutupi kesalahannya.

  1. 3.      Dorongan untuk berbohong

Anak yang sering berbohong lama kelamaan bias menjadi kebiasaan buruk, sehingga dibutuhkan penanganan yang lebih serius. Kebanyakan orang tua mulai belajar untuk mengenali sinyal-sinyal non-verbal yang ditunjukan saat anak tersebut berbohong. “ Bu aku pergi ke rumah Alex ada belajar kelompok, “ katanya padahal tujuannya ingin main.

  1. E.     Cara Mengatasi Anak yang Mulai Bohong
    1. Tidak menuduh anak berbohong bila tidak mempunyai bukti. Setiap orang butuh diberi kepercayaan, begitu pula anak-anak kita. Dahulukan prasangka baik dengan mendengarkan alasan-alasan yang dikemukakan. Jika tidak mendapatkan kepercayaan ia akan menolak untuk berkomunikasi.
    2.  Menjadi pendengar yang baik, untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada anak.
    3. Jika mengetahui anak berbohong, langsung jelaskan faktanya tidak perlu menunggu sampai dia mengaku, apalagi memaksa ia untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi. Tindakan ini hanya akan mendidiknya lebih canggih untuk berbohong.
    4. Kontrol emosi saat mengetahui anak berbohong. Emosi yang berlebihan dan memenggil anak sebagai pembohong tidak akan menyelesaikan masalah, malah makin membuat anak takut dan berbohong lagi. Berikan jaminan bahwa jika ia bereterus terang kita akan mema’afkan dan tidak menghukumnya.
    5. Mengevaluasi diri, apakah kita terlalu keras kepada anak, sehingga tersumbat jalur komunikasi dengan anak.
    6. Jika anak berbohong karena imajinasi maka ajari anak untuk membedakan antara hal realistik dan imajinasi tanpa menyalahkan sikap bohongnya tersebut
    7. Jelaskan bahwa bercerita jujur itu membuat orang lain memberi kepercayaan kepada kita, cerita yang paling cocok ialah cerita anak penggembala kambing dan serigala.
    8. Beri teladan jangan bohong, anak belajar dari orang tuanya, orang tua yang berbohong kepada anaknya atau berbohong kepada orang lain di depan anaknya  artinya sedang mengajarkan anaknya berbohong.
    9. Jika kita sudah tahu faktanya jangan memaksa membuat pengakuan dari anak kita bukan polisi yang memerlukan pengakuan sebagai alat bukti, karena itu akan dia berbohong semakin parah dan jangan membuat anak merasa menjadi orang yang jahat karena berbohong, cukup menjelaskan bahwa mereka di hukum karena perbuatannya bukan karena siapa dia.
    10. Cari tahu kenapa mereka berbohong dan mencari penyelesaiannya , cari tahu apakah ada pola tertentu contoh jika anak berbohong untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, kita harus mencari jalan lain untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dengan tidak berbohong.
  1. Cara Mencegah Anak untuk Bohong

Perilaku berbohong setelah itu menjadi perilaku yang berulang dan sering, akan semakin sulit dihadapi dan sebenarnya agak ngeri. Berbohong lama-lama bias jadi defence mechanism, yang bias jadi anak sudah tidak menyadari lagi jika ia berbohong.

  1. Jika anak salah tidak perlu teriak, kemudian marah besar. Ini sangat mengerikan bagi anak.
  2. Jika anak salah tidak dihukum dengan fisik, seperti mencubit, memukul, menjewer. Hukuman fisik tidak membuat anak mengerti sebab akibat perilaku, yang ia mengerti hanyalah orang tuanya marah.
  3. Latih ketrampilan komunikasi. Focus pada masalah dan perasaan kita, bukan kepada mencari tahu siapa yang berbuat salah ( menyalahkan )
  4. Apresiasi saat anak berkata jujur
  5. Jika kita sudah sangat ingin marah, ambil langkah relaksasi.